Akhirnya Aku Menjadi “GURU”

Assalamuallaykum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kembali lagi bersama Indie WorkShop By Iqbal W. Septiyadi. Pada artikel kali ini, saya akan menceritakan rasa senang saya yang telah mendapatkan pencerahan setelah mengikuti kuliah online dengan pemateri Bapak Munif Chatib dengan tema “Menulis Tentang Momen Spesial Kala Mengajar”. Bapak Munif Chatib adalah seorang dosen, konsultan, praktisi pendidikan, dan penulis buku pendidikan yang terkenal. Kita dapat melihat beberapa tulisan beliau di dalam blognya https://munifchatib.com/ .

Sumber : Munifchatib.com

Dalam kuliah online yang saya ikuti pada tanggal 03 April 2020, beliau seolah memberikan pencerahan kepada saya yang tengah bigung mencari “apa motivasi saya sebagai seorang guru?”. Diawali dengan definisi momen spesial, beliau menjelaskan bahwa :


Momen spesial adalah KEJADIAN KHUSUS yang terjadi dalam proses pembelajaran antara guru dengan siswa, baik di dalam maupun di luar kelas.

Munif Chatib

Beliau juga menyampaikan bahwa :

Momen spesial mempunyai potensi untuk masuk ke MEMORI JANGKA PANJANG, tak terlupakan seumur hidup.

Munif Chatib

Adapun momen spesial yang dapat terjadi antara seorang guru dan murid karna banyak hal, namun ada 3 hal yang paling berpengaruh terhadap terjadinya momen spesial. 3 hal tersebut yaitu:
Pertama perubahan motivasi dimana siswa yang awalnya tidak berminat terhadap sesuatu (bisa berupa kegiatan belajar mengajar, materi, atau bahkan cerita tentang permasalahannya kepada guru) menjadi berminat terhadap sesuatu tersebut.
Kedua perubahan kemampuan, dimana siswa yang semula tidak mampu menjadi mampu melakukan suatu hal.
Ketiga Perubahan sikap, semula siswa tidak rajin menjadi rajin, semula siswa pasif menjadi aktif ataupun sebaliknya.

Ketiga hal tersebut merupakan ciri terjadinya momen spesial antara seorang guru dan murid. Om Munif Chatib menceritakan, seorang guru dituntut untuk menjadi seorang yang sensitif dan peka terhadap hal-hal tersebut.

Selain itu, dalam kelas online itu juga, om munif menjelaskan alasan kenapa momen spesial itu harus ditulis dan ini yang menjadikan saya mendapatkan inspirasi menuliskan judul artikel kali ini (Akhirnya Aku Menjadi “GURU”). Momen spesial ini wajib dituliskan karena ketika terjadi momen spesial dan ini dijadikan tulisan, maka tulisan tersebut akan diingat oleh pembaca di karnakan tulisan tersebut akan masuk ke memori jangka panjang seorang pembaca. Alasan berikutnya kenapa momen spesial ini wajib ditulis, dikarenakan momen spesial memiliki potensi menjadi tulisan yang dibaca, dikenang, dibagi dan di cari oleh pembaca. Alasan yang ketiga ialah, momen spesial ini mudah untuk ditulis dan tidak terikat oleh aturan-aturan artikel ilmiah.

Lanjut pada materi berikutnya, Om Munif Chatib mengangkat istilah neuroscience dimana terdapat 5 pintu pembuka yang dapat membuat sebuah kejadian dapat masuk kedalam memori jangka panjang seorang pembaca. Pintu tersebut antara lain :
1. First Experience : Kejadian apapun yang menjadi pengalaman pertama buat pembaca.
2. Relevance : Kejadian-kejadian yang berhubungan antara topik atau materi yang sedang diajarkan dengan hal yang sempat dialami oleh siswa
3. Rehearsal : Kejadian yang diulang-ulang
4. Emotional : Kejadian yang berkaitan dengan perasaan, bisa jadi perasaan bahagia, takut, sedih
5. Survival : Kejadian yang berkaitan dengan sesuatu untuk bertahan hidup, atau kejadian yang tidak normal.

Selanjutnya, Om Munif Chatib menjelaskan 3 tahapan menulis spesial momen, yang pertama adalah mencatat/ merekam kejadian momen spesial pada saat itu dan jangan ditunda. Tahap yang kedua yaitu Elaborasi, dimana kita harus mencari data-data pendukung terhadap kejadian momen spesial tersebut sebelum dituangkan dalam tulisan secara utuh. Tahap yang terakhir yaitu ditulis didalam bentuk artikel bebas.

Kuliah online yang dilakukan pada malam hari tersebut tidak membuat gentar para peserta, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang menyerang bapak Munuf Chatib selaku pemateri membuat whatsapp group menjadi ramai. Dari sekian banyak pertanyaan dan jawaban yang diberikan oleh pemateri, ada satu jawaban yang sangat mengenai spesial momen bagi saya, yaitu :

Kalau saya, jika kita sudah mulai berani menulis, itu adalah 80% keberhasilan, sedangkan 20%nya adalah belajar memperbaiki tulisan kita.

Munif Chatib

2 thoughts on “Akhirnya Aku Menjadi “GURU”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *